Hands-On Konfigurasi Routing Statik di RouterBoard hAP
Sesi praktik modul Routing kelas XI TKJ minggu lalu membahas konfigurasi static route dan default gateway di RouterBoard hAP. Siswa berhasil menghubungkan tiga subnet dalam satu topologi mini.
Sesi praktik mingguan modul Routing di lab MikroTik Academy SMKN 1 Badegan dilaksanakan Selasa lalu. Sebanyak 20 siswa kelas XI TKJ dibagi menjadi 5 kelompok, masing-masing memegang 2 unit RouterBoard hAP untuk membangun topologi mini dengan 3 subnet.
Topologi Lab
Tiap kelompok membangun jaringan dengan dua router (R1 dan R2) yang menghubungkan tiga subnet: 192.168.10.0/24 di LAN R1, 192.168.20.0/24 di LAN R2, dan 10.0.0.0/30 sebagai link antar router.
Langkah Konfigurasi Inti
- Tambah IP address di interface masing-masing:
/ip address add. - Tambah static route ke subnet jauh:
/ip route add dst-address=192.168.20.0/24 gateway=10.0.0.2di R1. - Verifikasi konektivitas dengan
/pingdari host LAN R1 ke host LAN R2. - Troubleshoot dengan
/tool traceroutedan baca/ip route print.
Insight dari Praktik
Tiga kelompok berhasil ping sukses dalam 15 menit. Dua kelompok lain mengalami kendala karena salah set gateway — pelajaran berharga bahwa direction static route harus konsisten dua arah. Ini momentum baik untuk memperkenalkan dynamic routing di modul lanjutan.
Yang paling sulit ternyata bukan command-nya, tapi paham flow paket pergi dan pulang lewat mana.
Refleksi salah satu siswa peserta praktik