Logo MikroTik Academy

MikroTik Academy SMKN 1 Badegan Resmi Beroperasi untuk Siswa TKJ

AM Admin MikroTik Academy 04 Mei 2026 417 kali dibaca

Setelah proses verifikasi MikroTik selesai, SMKN 1 Badegan resmi menjalankan program MikroTik Academy. Siswa TKJ kini belajar dengan kurikulum global dan berhak mengikuti ujian sertifikasi MTCNA di sekolah.

SMK Negeri 1 Badegan resmi menjadi salah satu institusi pendidikan di Kabupaten Ponorogo yang menjalankan program MikroTik Academy. Status keanggotaan akademi ini memberi hak kepada sekolah untuk menggunakan kurikulum dan materi resmi MikroTik dalam pembelajaran jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), serta menyelenggarakan ujian sertifikasi MTCNA langsung di sekolah.

Apa Bedanya dengan Mata Pelajaran TKJ Biasa?

Berbeda dengan pembelajaran jaringan konvensional yang berbasis simulator dan bahan ajar generik, materi MikroTik Academy mengikuti silabus global yang sama dengan training center komersial MikroTik di seluruh dunia. Siswa langsung mempelajari RouterOS — sistem operasi jaringan yang dipakai di ratusan ribu perangkat ISP, kampus, dan korporasi.

  • Kurikulum 9 modul: Introduction, DHCP, Bridging, Routing, Wireless, Firewall, QoS, Tunnels, Misc.
  • Praktik langsung memakai RouterBoard, switch CRS, dan access point cAP.
  • Akses ujian sertifikasi MTCNA resmi yang berlaku internasional selama 3 tahun.

Persiapan Batch Pertama

Kepala program TKJ menyampaikan bahwa batch pertama akan diikuti siswa kelas XII TKJ tahun ajaran berjalan. Sebanyak 24 siswa mengikuti training intensif 5 hari sebelum mengikuti ujian. Target lulus untuk batch pertama dipatok 70%, sesuai standar rata-rata MikroTik Academy regional.

Kami ingin lulusan TKJ tidak hanya bisa crimping kabel, tapi sudah pegang sertifikasi yang diakui industri sejak dari bangku SMK.

Ketua Program MikroTik Academy SMKN 1 Badegan